Kiat Mahasiswa STAI Muttaqien Manfaatkan Waktu Luang Saat WfH

  • Oleh : AD Kusumaningtyas
  • Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Telah sebulan lebih setelah seruan Work from Home (WfH) dicanangkan pemerintah sebagai salah satu kiat cegah meluasnya penularan virus COVID-19, dimana STAI DR.KHEZ Muttaqien juga memberlakukan kebijakan perkuliahan jarak jauh (PJJ) melalui daring. Beragam kegiatan tatap muka ditiadakan, digantikan dengan perkuliahan melalui beragam platform daring untuk belajar dan pertemuan. Hasil monitoring akademik yang dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu (P2M) menyebutkan terdapat beragam platform yang digunakan oleh mahasiswa melalui PJJ ini antara lain whatsapp group, Google Classroom, Zoom Clouds Meeting, Skype, Quiz, CBT, dan lain-lain. Tentu saja, setiap media yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Penulis tak hendak membahas penggunaan masing-masing platform daring tersebut. Namun, hendak mengungkap beberapa respon dan pengalaman mahasiswa selama PJJ dari hasil wawancara sederhana melalui whatsapp.

Rina, mahasiswi KPI semester 6 misalnya. Mengungkapkan bahwa secara ekonomis, PJJ melalui daring lebih irit, karena tak harus mengeluarkan ongkos bensin dan uang jajan saat pergi ke kampus. Ia hanya perlu membeli kuota. Ia menyatakan, bahwa proses mungkin lebih sederhana, namun kenyataannya tidak semua perkuliahan cocok untuk diberikan secara PJJ. Senada dengannya, Widya rekan sekelasnya perkuliahan bisa lebih fleksibel karena bisa dilakukan dimana saja. Pendapat berbeda dikemukakan oleh Riris, mahasiswa KPI semester 4. Menurutnya, yang merasa justru rugi saat perkuliahan tidak bisa dilakukan dengan tatap muka dengan dosen. Ia merasa, bahwa ilmu yang didapatkan jauh lebih sedikit dibandingkan saat bertemu langsung dengan dosen. “Tergantung mahasiswanya, Bu. Baru optimal bila mahasiswanya juga rajin searching informasi lewat Google,” katanya. Hal ini, sebagaimana dikemukakan oleh Ganjar rekan sekelasnya, hal ini sangat terkait dengan platform apa yang digunakan oleh Dosen.”Kalau Zoom, kelebihannya adalah Dosen bisa memantau langsung mahasiswa yang aktif maupun yang tidak”, tuturnya.

Pembelajaran melalui daring, tentu banyak suka dukanya. Seperti penuturan Widya,”Memang pada mulanya  saya  bingung dengan pembelajaran jarak jauh .Biasanya kan tatap muka ya, ketemu langsung dengan dosen dan dijelaskan langsung materinya, sekarang dengan PJJ ini sedikit kurang efektif karena harus manteng depan handphone. Terkadang suka tertinggal pembahasan, kalau saya tinggal HP saya sebentar. Apalagi kalau lagi ngantuk, kadang saya suka ketiduran karena tidak ada teman atau dosen yang memantau untuk memerhatikan materi tersebut. Jadi tertinggal deh materi yang sedang dibahas.”

Terlalu lama hanya berada rumah, memang terkadang terasa membosankan. Oleh karenanya, setiap orang perlu memiliki kiat untuk memanfaatkan waktu luangnya di tengah ruang gerak yang serba terbatas tersebut. Bagi sebagian mahasiswa yang tinggal di pesantren, hal itu tidak begitu terasa karena aktivitas harian seperti ibadah, mengaji, belajar agama masih dapat berjalan seperti biasa. Bahkan, saat WfH ini justru bisa melakukan hal lainnya. “Alhamdulillah, selain mengaji, saya bisa ikut bantu-bantu renovasi pesantren, “ujar Muhammad Samsulloh, mahasiswa KPI semester 2. Rekan-rekan sekelasnya seperti Anggun, Irsyad, Mayang, justru mengisinya dengan kegiatan Tahfidz al-Quran.Mereka justru mensyukuri bahwa dalam situasi seperti ini mereka juga bisa menjadi lebih dekat dengan keluarga, belajar memasak, membaca, atau pun sekedar nonton drama Korea.

Mereka juga menjadi harus semakin kreatif untuk memanfaatkan media online. Seperti Acon, mahasiswa KPI semester 4 yang berkreasi untuk membuat media kampanye grafis yang disebut twibbon. Atau, Alma mahasiswa KPI semester 2 yang sejak sebelum kegiatan PJJ ini mulai belajar berwirausaha dengan produk kue donatnya.”Saya ikut kursus bisnis online, belajar mengasah soft skills saya melalui apa yang disebut Business Canvas Model (BMC) yang saya rasa awalnya cukup sulit buat masyarakat awam seperti saya,”  pungkasnya menutup perbincangan.

Nah, kegiatan positif apa yang Anda lakukan saat mengisi waktu luang kala WfH? Bagikan pengalaman Anda sehingga bisa lebih bermanfaat serta bisa menginspirasi sesama. Tetap dirumah saja dulu, ya! Semoga wabah Corona segera mereda, dan kita bisa belajar dan beraktivitas melalui tatap muka seperti biasanya. [dsp]

Leave a Reply