Search
Close this search box.
slot gacor
slot online
slot thailand
slot deposit dana
slot deposit dana tanpa potongan
PG soft
PG slot
PG Slot
PG Soft
slot deposit pulsa tanpa potongan
robopragma
slot online
djarum play
slot pulsa
slot deposit pulsa tanpa potongan
slot deposit tanpa potongan
slot mahjong
pg soft

Perkuat Literasi Keagamaan di Masa Pandemi, Dosen STAI Muttaqien Dampingi Pelajar Purwakarta

Kabar P3M – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR.KH.EZ.Muttaqien berkerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Bidang Kepemudaan Kabupaten Purwakarta dan Forum OSIS-MPK Purwakarta gelar seminar dan pendampingan literasi keagamaan bagi para pelajar SMA/ MA/ SMK sederajat di Purwakarta, yang berlangsung secara hybrid conference di Purwakarta, Selasa, 27 Juli 2021.

Program pengabdian yang diikuti oleh para pelajar (siswa/ mahasiswa) dari berbagai kampus di Purwakarta ini diketuai oleh dosen program studi S1-Pendidikan Agama Islam, Surya Hadi Darma, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa STAI DR.KH.EZ.Muttaqien juga mengundang narasumber dari Disporaprabud Purwakarta bidang kepemudaan, yakni Ahamad Arif Imamulhaq dan Dosen Universitas Negeri Jakarta, yakni Muhamad Ridwan Effendi.

Dalam seminar dan pendampingan itu, diawali dengan paparan narasumber terkait data riset yang ditunjukkan oleh PPIM UIN Jakarta (2017) bahwa tingginya opini radikalisasi dan intoleransi beragama di kalangan pelajar yang berbanding terbalik dengan aksi radikalisasi dan intoleransi yang rendah.

Berkaitan dengan hal itu, Muhamad Ridwan Effendi menyatakan bahwa data riset PPIM UIN Jakarta tersebut sesungguhnya ingin mengkonfirmasi bahwa secara kognisi para pelajar cenderung intoleran terhadap paham atau kelompok yang berbeda baik dalam internal umat Islam atau pun eksternal, akan tetapi mereka tidak menunjukkan sikap keagamaannya melalui tindakan-tindakan yang mengarah pada aksi radikal dan intoleran. Hal ini bisa dikatakan masuk dalam kategori radikal gagasan.

Sementara, Surya Hadi Darma menjelaskan, pelajar hari ini yang notabene adalah gen Z (disebut juga generasi gawai) sangat mudah sekali mengakses informasi dari media digital yang sedikit besarnya akan mempengaruhi paradigma berfikir keagamaan di kalangan pelajar. Dan ini tentunya perlu dilakukan upaya preventif salah satunya dengan membentuk rumah perdamaian sebagai wadah/ komunitas bagi para pelajar dalam menyuarakan gagasan dan sikap keagamaannya.

“Kehadiran peserta dalam seminar dan pendampingan ini bisa menjadi salah satu wadah guna memberikan penguatan literasi keagamaan dan memperkokoh karakter Pancasila bagi para pelajar (mahasiswa/ siswa) khususnya di Purwakarta, terlebih sepanjang Pandemi Covid-19 ini, wacana gerakan keagamaan di masyarakat khususnya di kalangan pelajar cukup mengalami peningkatan,” Ungkap Ahmad Arif Imamulhaq. (MRE/Kabar)