“Pembukaan acara konferensi internasional 6th INTERNATIONAL CONFERENCE SERIES ON ISLAMIC AND CIVILIZATION (ICIC), yang disiarkan dari STAI DR. KH. EZ. Muttaqien”.

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR. KH. EZ. Muttaqien, sukses menyelenggarakan konferensi internasional ‘6th INTERNATIONAL CONFERENCE SERIES ON ISLAMIC AND CIVILIZATION (ICIC)’ secara daring melalui Video Conference (Zoom Meeting) juga disiarkan live youtube, pada Kamis (28/10/2021).

Author, presenter juga peserta dari konferensi internasional “6th INTERNATIONAL CONFERENCE SERIES ON ISLAMIC AND CIVILIZATION (ICIC” berasal dari berbagai kampus, baik di dalam maupun di luar negeri, seperti Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Tulungagung), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN Jember), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulanan Hasanuddin (UIN Banten).

Kemudian, Universitas Darussalam Gontor Ponorogo (UNIDA Gontor), Universitas Islam Indragiri (UNISI), Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo (IAIRM Ngabar), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan juga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR. KH. EZ. Muttaqien.

Dr. Imam Tabroni, M.Pd.I., selaku Ketua STAI DR. KH. EZ. Muttaqien, mengatakan bahwa acara ini merupakan acara ilmiah yang menjadi kewajiban akademika baik itu dosen maupun mahasiswa. Acara ini juga, bisa meningkatkan kolaborasi ilmiah antara dosen dan mahasiswa dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis riset.

“Tujuan terselenggaranya acara ini adalah untuk meningkatkan produktivitas penelitian berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, atau mungkin meningkatkan mutu penelitian. Oleh karena itu, kegiatan ilmiah yang terbuka seperti ini terus ditingkatkan, karena bisa memotivasi dan bisa meningkatkan kualitas kualitas keilmuan melalui penelitian. Dengan penelitian yang berbasis produk seperti ini, akan mendorong semua civitas akademika untuk produktif, kreatif, inovatif, dalam mengembangkan mutu penelitian”, ucapnya.

“Pemaparan salah satu pemateri yaitu Dr. Intan Farhana Saparudin dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)”.

Selain itu, acara tersebut juga berjalan dengan lancar, bahkan melampaui target. Konferensi yang dihadiri hampir 300 peserta, baik itu di zoom meeting maupun live youtube, membuktikan bahwa semua peserta, presenter atau kontributor lainnya disambut baik dan antusias. Kementerian Agama, dalam hal ini adalah DIKTIS yang diwakili oleh Kasubdit Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, mengapresiasi dan terus meningkatkan tema-tema seperti ini agar membumi di Indonesia guna meningkatkan kualitas.

“Tanggapan saya, terhadap agenda atau acara yang diselenggarakan barusan di kampus, tentunya sangat sangat positif. Kenapa? Karena jujur saja saya pribadi, mewakili partisipan daripada mahasiswa sangat sangat antusias dan merupakan penyegaran bagi saya…”, ujar Pebby selaku peserta kepada kami

Tindak lanjut dari artikel yang sudah di submit, akan dicetak dan dipublish di prosiding dengan prosedur yang ketat. Tulisan-tulisan yang disampaikan oleh para presentator, akan di publish dan di ISSN kan, tetapi dengan melalui prosedur yang ketat yaitu dengan direview, baik dari segi substansi masalah yang diangkat, sesuai dengan tema, maupun dengan metodologi, juga relevansi dari masalah terhadap topik-topik yang diangkat.

“Pesan, tentu untuk acara ini, kita tingkatkan lagi dalam scope yang lebih luas. Kita ingin membangun jejaring yang lebih luas, kerjasama dengan dengan perguruan tinggi internasional di seluruh negara-negara tetangga Asia Tenggara, dan juga kita ingin memperluas kerjasama kita dengan negara-negara Timur Tengah, dan lebih luas yang lagi kita ingin sampai Go-internasional dan kerjasama dengan Eropa dan Amerika, untuk terus berkolaborasi dalam acara-acara seminar internasional atau International conferences, untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan pengalaman-pengalaman ilmiah di seluruh jajaran civitas akademika”, ucap Imam kepada kami. {DTR}

Leave a Reply