Search
Close this search box.
slot gacor
slot online
slot thailand
slot deposit dana
slot deposit dana tanpa potongan
PG soft
PG slot
PG Slot
PG Soft
slot deposit pulsa tanpa potongan
robopragma
slot online
djarum play
slot pulsa
slot deposit pulsa tanpa potongan
slot deposit tanpa potongan
slot mahjong
pg soft

Kampanye Akbar Capres-Cawapres Momentum unjuk Kekuatan Pemilu Raya Mahasiswa tahun 2024

MuttaqienNews | Senin 25 maret 2024, Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) menggelar acara kampanye akbar bertempat di Gedung Ramli Lantai 1 Ruang Auditorium STAI DR. KH. EZ MUTTAQIEN Jalan Syeikh Baing Yusuf No 35 Ciwareng Babakancikao. Kampanye akbar ini merupakan akhir dari rangkaian kampanye Capres-cawapres Mahasiswa pada Pemilu Raya Tahun 2024.

Berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) ada tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada kontestasi Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Mahasiswa Tahu 2024 yaitu:

Pasangan No Urut [1] yaitu: Ahmad Tilayya Asyir Al Afgani dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Ramdhani Putra Pratama dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pasangan No Urut [2] yaitu: Dzikri Baehaqi Firdaus dari Program Studi (HKI) dan Sharla Yusfirman Putri dari Mahasiswa Program Studi (PBA)

Pasangan No Urut [3] yaitu: Fazri Ramdani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Winata Rahmadani Mutiara dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Kampanye dimulai dari pukul 10:00 wib sampai pukul 13:00 wib yang dibagi menjadi dua sesi yakni sesi pemaparan visi dan misi dari tiap pasangan calon berikut pandangan umum yang berdurasi 15 menit, di lanjut sesi kedua kampanye dari tiap pasangan calon dan tim pemenangan calon dari tiap-tiap pasangan calon.

Dalam pelaksanaan kampanye akbar tersebut menunjukan kesiapan dan keseriusan dari tiap pasangan calon dalam berkompitisi memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI DR KH EZ Muttaqien periode 2024-2025, tak luput juga menjadi salahsatu pandangan publik mahasisawa dalam memilih dan memilah pilihan nya untuk pemimpin mereka yang akan datang, juga seiring bergulirnya tahapan-tahapan pada pemilu raya kali ini menjadi poin penting dalam merangsang antusiasme mahasiswa dalam berpolitik di lingkungan kampus.

Banyak poin plus yang kita rasakan dalam guliran pemiluraya kali ini, panasnya persaingan dalam merayu suara mahasiswa menjadi pemantik tolak ukur publik mahasiswa itu sendiri dalam menentukan pilihan nya, tak heran pula dikarnakan ketiga kandidat yang bersaing pada pergelaran taunan kali ini adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik dari prodinya masing-masing.

Antusiasme publik mahasiswa terlihat jelas dalam pergelaran kampanye akbar tadi, banyaknya masa kampanye yang hadir dalam acara menjadi cerminan ramainya pemilu raya kali ini, dalam kampanye akbar tadi ada beberapa hal yang menarik kita saksikan, dimulai dari pemaparan visi dan misi para kandidat yang disambut sorak sorai para hadirin yang hadir dalam acara tersebut, membuktikan kesolidan dan dukungan yang keras terhadap paslonnya masing-masing, dan pada acara kampanye terbuka tadi disertai pula dengzn penampilan-penampilan para pendukung paslon, dari muali puisi, orasi, dan nyanyian-nyanyian yang membakar suasana dan, diakhiri dengan menyanyikan lagu himne STAI DR.KH.EZ. MUTTAQIEN sebagai bentuk persaudaraan, keselatrasan dan, satu tujuan.

Dikutip dari perbincangan dengan penyelenggara yaitu Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) dari Divisi Teknis Aang Supriatna mengatakan ”dengan tahapan-tahapan pemira ini diharapkan bisa menggugah mahasiswa STAI DR.KH.EZ.MUTTAQIEN untuk bisa berpartisipasi dalam mensukseskan agenda pemilu raya kali ini”

Lanjut Aang masih ada tahapan-tahapan selanjutnya yang harus dilalui para pasangan calon, diantaranya debat terbuka  yang dijadwalkan pada selasa 26 Maret 2024, akan sangat menarik dan akan sangat menjadi poin penentu dari para pasangan calon dalam menguatkan para pemilihnya dalam pemungutan suara nanti. Agenda debat ini akan menjadi catatan kusus pula dalam tahapan ini, apakah para pemilih tetap dalam pilihan awalnya atau malah berubah pilihannya. Pungkasnya

Kontributor: Gugun Gunawan, Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Anggota Unit Kegaiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lokawarta