Mahasiswa KPM STAI DR. KH. EZ Muttaqien Lakukan Observasi Tambak Ikan di Desa Ciririp

Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI DR. KH. EZ Muttaqien Purwakarta melakukan observasi lingkungan dan potensi perikanan di kawasan tambak ikan Waduk Jatiluhur yang berada di wilayah Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, pada Senin, 12 Januari 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenal lebih dekat kondisi lingkungan perairan serta mata pencaharian masyarakat setempat. Dalam observasi tersebut, mahasiswa menelusuri sejumlah tambak ikan yang sebagian besar dimiliki oleh warga lokal Desa Ciririp, meskipun terdapat pula beberapa pemilik dari luar daerah dalam jumlah terbatas.
Berdasarkan keterangan para pengelola tambak, jumlah ikan yang dibudidayakan sangat berpengaruh terhadap kualitas air waduk. Oleh karena itu, terdapat pembatasan jumlah tambak dan kapasitas budidaya, baik bagi warga lokal maupun pihak luar, guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan Waduk Jatiluhur.
Salah satu pemilik tambak, Pak Aceng, mengungkapkan bahwa penurunan kualitas air dapat berdampak langsung pada hasil budidaya.
“Pernah mengalami kerugian karena ikan-ikan pada mabok. Hal itu disebabkan oleh kualitas air yang menurun,” ungkapnya. Jenis ikan yang dibudidayakan di tambak Waduk Jatiluhur cukup beragam, namun ikan nila menjadi komoditas utama. Proses panen umumnya dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk menjalankan usaha tambak ikan, diperlukan modal awal yang cukup besar, yakni sekitar Rp200 juta.
Hasil panen ikan sebagian besar dipasarkan kepada bandar ikan yang siap menampung hasil panen secara langsung. Selain itu, penjualan juga dilakukan kepada warga sekitar yang membeli ikan secara eceran atau dalam jumlah tertentu. Dalam satu kali masa panen, keuntungan yang diperoleh pemilik tambak dapat mencapai sekitar Rp20 juta, tergantung pada kondisi air dan hasil panen.
Keberadaan tambak ikan di Waduk Jatiluhur menjadi salah satu bukti bahwa sektor perikanan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Desa Ciririp. Potensi ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan warga, tetapi juga mencerminkan kekayaan sumber daya perairan yang dimiliki daerah.
Melalui observasi ini, mahasiswa KPM merasa bangga karena Kabupaten Purwakarta ternyata memiliki potensi perikanan yang sangat baik dan menjanjikan. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, sektor perikanan di Purwakarta diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Nurfitriani. W)

