UMKM Ikan Asin Kerenceng Madani, Produk Khas Desa Ciririp yang Bertahan dan Terus Berkembang

Sebagai bagian dari upaya mengenal dan mendukung potensi ekonomi lokal, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Ciririp STAI DR. KH. EZ Muttaqien Purwakarta melakukan kunjungan ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan Desa Ciririp, yakni UMKM Ikan Asin Kerenceng Madani, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
UMKM ini berlokasi di Kampung Sukamulya RW 06, Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari. Ikan asin menjadi produk khas Desa Ciririp karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Bahan baku ikan asin diperoleh langsung dari para nelayan di sekitar desa, sehingga rantai produksi melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal.
Jenis ikan yang diolah antara lain ikan oscar, tawes, sepat, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. UMKM Ikan Asin Kerenceng Madani menghasilkan dua varian produk, yaitu ikan asin original dan ikan asin dendeng. Usaha ini telah berdiri selama kurang lebih 25 tahun dan menjadi salah satu UMKM yang cukup bertahan dan berkembang di wilayahnya.
Dalam satu kali produksi, UMKM ini mampu mengolah hingga 50 kilogram ikan, dengan jumlah produksi yang menyesuaikan permintaan pasar. Sistem produksi dilakukan tanpa stok berlebih mengingat ketersediaan bahan baku ikan yang belakangan ini semakin terbatas, sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses produksi. Selain itu, keterbatasan modal juga masih menjadi tantangan, meskipun usaha tetap dijalankan secara konsisten.
Setiap proses produksi melibatkan sekitar 10 orang karyawan. Tahapan pengolahan dimulai dari pemotongan kepala ikan, pembuangan bagian dalam ikan dan pembelahan menjadi dua bagian, pembersihan sisik, pencucian hingga bersih, kemudian perendaman menggunakan garam kasar khusus selama maksimal dua malam. Setelah proses perendaman, ikan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, yang biasanya memakan waktu satu hari jika cuaca mendukung. Produk kemudian dikemas dalam plastik dengan berat sekitar 200 gram per kemasan dan dipasarkan dengan harga Rp10.000 per bungkus.
Menariknya, pemilik UMKM ini merupakan Ketua RW 06 setempat, yaitu Pak Darmini. Untuk lokasi produksi, UMKM Ikan Asin Kerenceng Madani memanfaatkan saung yang berada di pinggir danau, selain mendukung proses penjemuran secara optimal, juga memberikan kenyamanan bagi para karyawan karena disuguhkan pemandangan indah Waduk Jatiluhur.
Dari sisi perkembangan usaha, UMKM Ikan Asin Kerenceng Madani dapat dikatakan cukup maju. Produk ini telah mendapatkan perhatian dari Dinas Perikanan, memiliki sertifikasi halal, serta telah memiliki identitas usaha berupa logo. Jangkauan pemasarannya pun tidak hanya di wilayah Purwakarta, tetapi juga telah merambah ke Karawang hingga ke luar pulau.
Meski demikian, mahasiswa KPM mencatat masih adanya beberapa aspek yang perlu dikembangkan, terutama dalam hal promosi digital. Minimnya pemanfaatan media sosial, konten pemasaran, serta ketiadaan papan informasi atau banner usaha menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan pasar.
Sebagai tindak lanjut, Mahasiswa KPM Desa Ciririp merancang program pendampingan UMKM yang berfokus pada penguatan promosi digital. Program tersebut meliputi pembuatan video profil usaha, foto produk, pendampingan pengelolaan media sosial, hingga strategi pemasaran digital agar produk ikan asin Kerenceng Madani semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Pak Darmini selaku pemilik UMKM sekaligus Ketua RW 06 menyampaikan harapannya agar usaha ini dapat terus berkembang. “Saya berharap ke depannya usaha ini bisa semakin baik, dikenal oleh lebih banyak orang, dan mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya dalam hal permodalan, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, sinergi antara pelaku UMKM, mahasiswa, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal seperti Ikan Asin Kerenceng Madani, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi dan kearifan lokal. n.n




